11/10/2009

Kedatangan Mereka Lagi

Rasanya udah seminggu ini diriku tersiksa oleh kenyataan yang menggangu hidupku, yaitu kedatangan para alien yang ga diharapkan. Oke awalnya cuma di kaki dan itu sudah membuat saya ga kuasa membiarkan mereka seenaknya tumbuh dan berkembang yang akhirnya kuserang balik dengan kuku-kukuku. Namun 3 hari yang lalu mereka lebih merajalela, mereka melebarkan daerah kekuasaannya. Akhirnya kedua tanganku juga ikut terserang.

Maka pertahanan yang kulakan adalah:
1. mandi air panas, jadi sebelum mandi aku masak air dulu (sampai 5 ceret, biar banyak air panasnya)
2. mandi dengan air yang langsung dari keran, bukan dari bak mandi. artinya sebelum mandi aku harus ngisi air dulu dalam ember. habis itu di air tersebut kutuangi detol buat matiin kuman-kuman trus airnya dicampur sama air panas
3. karena pake bedak ga berhasil, akhirnya kusiram dengan minyak angin tapi karena terlalu boros dan pertahanannya cuma sebentar akhirnya make kaladin lotion dan lumayan sedikit berhasil.

Karena ga tahan lagi akhirnya saya pergi ke dokter yang berhubungan dengan masalah ini, namun sayang saya telat menemuinya karena terkendala oleh satu dan lain hal, pintu yang menghubungkan kami tertutup dengan sangat rapat. Malam ini kucoba lagi untuk menemuinya dengan ditemani tetangga kamar dan alangkah senangnya saya masih bisa diterima dengan senyum lebar.

Ketika namaku dipanggil dan siap menerima wajengan, sebelumnya saya terdiam menunggu kalimat yang keluar dari mulut beliau...akhirnya setelah sekian detik ga ada suara, terucap juga di mulut beliau
"ya, ada keluhan apa?'"
' alergi saya kambuh dok'
"kalo gitu ayo kita periksa" (dibantu mbanya)
" hmm, sampai sekasar gini ya"
'iya dok, di kaki yang lebih parah'
"kita liat kakinya"

sialnya aku pake pake lapisan legging, jadikan susah tu..tapi bisa keliatan sedikit
setelah liat sekilas
" hmm, kurang lebihlah sama tangannya"

kembali duduk ke singgasana dokter-pasien
"ngalaminnya baru aja ya?"
' ngga, udah dari kecil sebenarnya'
" aslinya orang mana"
' orang H.S dok'
" ada keluarga lain yang kaya gini?"
' ga ada'
" ayah, ibu, kake, nenek?"
' ga ada'
"hemm"
bla..bla..bla...bla...

"ada punya maag yang parah?"
'iya'
"terakhir kena kapan"
' bulan puasa kemarin, sampai dilarang puasa'

Karena saking tegangnya, jadi lupa nanyain apa hubungannya maag denga alergi
namun saya pernah dengar penjelasan ini dari dokter Yan..r, tapi hubungannya antara maag dengan batuk alergi

"mandinya harus pake sabun bayi"
'saya mandinya pake air panas'
"ga boleh itu" (kembali...karena saking tegangnya, jadi saya mengiyakan terus tanpa nanya alasannya)
bla..bla...bla...

setelah penyelidikan riwayat keluargaku, akhirnya aku mendengar kembali kalimat yang selalu diucapkan oleh pakarnya:
jangan makan
  1. ikan laut, syukurlah aku tak suka dengan yang ini jadi aman
  2. seafood, sedih sekali ga bisa makan udang lagi
  3. coklat, bukan masalah besar
  4. kacang (tanah, melinjo, mente), juga bersyukur karena ga suka dengan ini
  5. dan yang lain kamu taulah sendiri (ohoho artinya saya udah pinter), termasuk ayam (padahalkan ini termasuk lauk yang murah di sini)
Terkait dengan coklat, bersyukurlah saya ga terlalu suka coktat. tapi sayangnya kemarin saya beli satu kotak momogi coklat. bagaimanakah dengan nasibnya? apakah dibiarkan saja? serasa sedih melihatnya. namun tetangga kamar dengan bahagianya mengatakan "aku akan mengetuk pintumu untuk mengambilnya"


Semua pantangan itu masih tak apa asalkan belum ada larangan untuk ngonsumsi kopi

Akhirnya saya agak tersiksa lagi dengan batasan makanan, ibaratnya kembali menjadi orang kaya yang tidak dikehendaki. makanan yang dimakan adalah makanan yang terpilih ga boleh sembarang makan. Misalnya
lauk yang dimakan harus ikan sungai yang bukan dari tambak ga boleh unggas ato dari laut dan taulah di sini harganya kan mahal Gitu. sebenarnya ga harus ketika penaykit ini kambuh..namun harus membiasakannya.

oh kulit manja sekali dikau
hidupmu sangat mewah tak seperti yang punya diri
semakin disayang kau semakin manja ga ketulungan
semoga aja badai ini cepat berlalu dan alien-alien ini musnah sampai ke akar-akarnya
Jadi aku bebas kembali makan segala makanan (kaya tasmanian devil aja )

Akhirnya, info yang saya dapatkan sedikit karena kesalahan saya sendiri ga berani nanya-nanya lebih karena agak takut dan juga karena beliau ga terlalu dengerin penjelasan saya (kalo saya ngomong lagsung dipotongnya), mungkin karena banyaknya pasien yang antri.

* Oh iya, selama nunggu panggilan. ada seorang ibu di sebelah saya yang liatin kami terus dan agak terheran-heran. mungkin pikiran beliau ngapain ni anak ke sini, kulit udah putih, wajah mulus. apalagi yang perlu diperbaiki? hehehee. Soalnya yang datang ke sana pasti kebanyakan orang-orang yang bermasalah di bidang kecantikan, seperti jewawatan atau kulit yang tidak sesuai dengan yang diinginkan, tidak seperti kami (sedikit bangga bolehlah ). Padahalkan keluhan orang yang datang ke sana tidak mesti seperti itu..ehehe cuma mulus luarnya tapi di balik lengan baju yagn panjang tersirat suatu pandangan yang tidak bagus wkwkwkwkkkk *

Akhir kata, jagalah diri kita sebelum menjaga itu menjadi mahal. kalo kita tau yang kita lakukan akan menjadi fatal, maka janganlah berani melakukannya :D

seperti lirik lagunya jikustik
***di dunia ini ada hal yang harus kau relakan (makanan yang kau sukai tapi ternyata itu tak boleh untukmu)
Dan kali ini kau harus merelakannya (harus itu)
Usah berfikir bertarung melawan takdir (jangan kau paksakan kalau aga mau berakibat fatal)***

2 Comments:

Elsa said...

mirip banget nih, kulitku alergi detergen. jadi tiap kali kena detergen langsung pecah pecah. sampe sidik jariku rusak lho..
hehehhehehee....

mardee said...

keknya kita sehati Rey..
*uhuks*

aku jg (terpaksa) ga boleh makan ikan laut,seafood dan sejenisnya.. kadang makan ayam jg bisa kambuh #:-s

jd vegetarian aja kali ya..